Tujuan dari desain sistem
secara umum adalah untuk memberikan gambaran secara umum kepada user tentang
sistem yang baru. Desain sistem merupakan persiapan dari desain terinci dan
mengidentifikasikan komponen-komponen sistem informasi yang akan didesain
secara rinci. Desain terinci dimaksudkan untuk pemrograman komputer dan ahli
teknik lainnya yang akan mengimplementasikan sistem. Tahap desain sistem secara
umum dilakukan setelah tahap analisis sistem selesai dilakukan dan hasil
analisis disetujui oleh manajemen.
Teknik
desain sistem secara umum
Pada
desain sistem informasi, semua teknik-teknik yang digunakan di tahap analisis
sistem dapat juga digunakan pada tahap ini, misal flowchart dan
formulir-formulir. Di samping itu terdapat beberapa teknik lain yang dapat
diterapkan pada tahap desain sistem ini yiatu teknik sketsa (dilakukan dengan
menggunakan lembar kosong untuk sketsa desain) dan prototyping (pembuatan
asuatu model kerja dari sistem final)
secepat mungkin. Sistem prototype ini kemudian dapat diperiksa oleh user untuk
menentukan apakah sudah sesuai dengan yang diinginkan. Pendekatan prototype
pada tahp desain sistem ini disebut dengan design by prototyping. Prototype di
review olwh user, perubahan-perubahan baru kemudian di kembangkan. Proses ini
disebut dengan prototype Loop
Desain
komponen secara umum
Pada
tahap ini, komponen-komponen sistem informasi dirancang dengan tujuan untuk
dikomunikasikan kepada user bukan untuk pemrogram.
Komponen-komponen
yang didesain adalah :
a. Desain model secara umum.
Analisis
sistem dapat mendesain model dari sistem informasi yang diusulkan dalam bentuk
physical system dan logical model. Bagan alir sistem (system flowchart)
merupakan alat yang tepat digunakan untuk menggambarkan physical system.
Logical
model menjelaskan kepada user bagaimana fungsi-fungsi di sistem informasi
secara logika akan bekerja. Model ini dapat digambar dengan menggunakan diagram
arus data ( Data Flow Diagram ). Sistem informasi dapat mempunyai metode-metode
pengolahan data sebagai berikut:
1. Metode pengolahan data terpusat
(centralized data processing method) vs metode pengolahan data tersebar
(distributed data processing method)
Metode
pengolahan data terpusat merupakan metode yang memusatkan pengolahannya pada
suatu tempat tunggal tertentu. Sedangkan metode pengolahan data tersebar
memungkinkan tiap-tiap departemen untuk memasukkan data sendiri, mengolahnya
sendiri bahkan menghasilkan output sendiri.
2. Metode pengolahan kompulan (batch processing
method) vs metode pengolahan langsung (online processing method)
Metode
pengolahan kumpulan berarti pengolahan terhadap data yang dikumpulkan terlebih
dahulu selama beberapa periode sehingga disebut juga dengan pengolahan periodik
(periodic processing) / pengolahan tertunda (delayed processing). Periode waktu
antara satu pengolahan dengan pengolahan berikutnya disebut dengan siklus
pengolahan (processing cycles). Lamanya periode siklus pengolahan tergantung
dari beberapa faktor yaitu volume dari transaksi, jumlah batch yang diinginkan
dan kapasitas pengolahan yang tersedia. Istilah runmerupakan terminologi yang
telah diterima umum untuk menunjukkan tahapan-tahapan dalam pengerjaan
pemrosesan. Ada 6 dasar run di dalam batch processing yaitu run konversi
(conversion run), run koneksi (edit run), run pengurutan (sort run), run
pemeliharaan file (file maintenance run), run pengutipan file (file extraction
run) dan run penghasil laporan (report generation run). Metode pengolahan
langsung disebut juga dengan transaction processing/continous processing.
Metode ini mempunyai karakteristik yang tertentu yaitu transaksi yang terjadi
secara segera dan langsung digunakan untuk memutakhirkan file induk. Pada
online processing dapat terdiri dari
sebuah program pemrosesan saja, sedang pada batch processing dapat terdiri dari
beberapa processing run.
b. Desain output secara umum.
Output
adalah produk dari sistem informasi yang dapat dilihat. Disamping itu output
dapat berupa hasil dari suatu proses yang akan digunakan oleh proses lain dan
tersimpan di suatu media penyimpanan.
Tipe
output
Output
dapat diklasifikasikan ke dalam beberapa tipe yaitu output intern (internal
output) dan output ekstern (external output). Internal output adalah output
yang dimaksudkan untuk mendukung kegiatan manajemen. Output ini akan tetap
tinggal di dalam perusahaan dan akan disimpan sebagai arsip/dimusnahkan bila
sudah tidak digunakan lagi. Output ekstern adalah output yang akan
didistribusikan kepada pihak luar yang membutuhkannya.
Format
output
Berupa
keterangan-keterangan (narrative), tabel/grafik yang paling banyak dihasilkan
adalah output yang berbentuk tabel.
Langkah-langkah desain
output secara umum
- Menentukan kebutuhan output dari
sistem baru
Output yang akan
didesain dapat ditentukan dari DAD sistem yang telah dibuat.
- Menentukan parameter dari output.
Parameter
ini meliputi tipe dari output, formatnya, media yang digunakan, alat output
yang digunakan, jumlah tembusannya, distribusinya dan periode output.
c. Desain Input secara umum.
Alat
input dapat digolongkan ke dalam 2 golongan yaitu alat input langsung (online
input device) dan alat input tidak langsung (offline input device).
Proses
input
Tergantung
dari alat input yang digunakan, proses dari input dapat melibatkan 2/3 tahapan
utama yaitu :
- Penangkapan data (data capture)
merupakan proses mencatat kejadian nyata yang terjadi akibat transaksi yang
dilakukan untuk organisasi ke dalam dokumen dasar.
- Penyiapan data (data preparation) yaitu
mengubah data yang telah ditangkap ke dalam bentuk yang dapat dibaca oleh
mesin.
- Pemasukan data (data entry) merupakan
proses membacakan/ memasukkan data ke
dalam komputer.
Tipe input
Input
dapat dikelompokkan dalam 2 tipe yaitu input ekstern (eksternal input) yaitu
input yang berasal dari luar organisasi dan input intern (internal input) yaitu
input yang berasal dari dalam organisasi.
Langkah-langkah dsain
input secara umum
- Menentukan kebutuhan input dari
sistem baru
Input yang akan
didesain dapat ditentukan dari DAD yang telah dibuat.
- Menentukan parameter dari input
Meliputi
bentuk dari input, sumber input, jumlah tembusan, alat input yang digunakan,
volum input dan periode input.
d. Desain database secara umum
Database
berfungsi sebagai basis penyedia informasi bagi pemakainya. Penerapan database
dalam sistem informasi disebut dengan database system yaitu suatu sistem
informasi yang mengintegrasikan kumpulan dari data yang saling berhubungan satu
dengan lainnya dan membuatnya tersedia untuk beberapa aplikasi yang
bermacam-macam di dalam suatu organisasi.
Tipe
dari file
Database
dibentuk dari kumpulan file. File di dalam pemrosesan aplikasi dapat
dikategorikan ke dalam beberapa file yaitu :
- File induk (master file)
Dapat dibedakan menjadi
:
• File induk acuan
(reference master file) yaitu file induk yang recordnya relatif statis, jarang
berubah.
• File induk dinamik
(dynamic master file) yaitu file induk yang nilai dari record-recordnya sering
berubah sebagai akibat dari suatu transaksi.
- File transaksi (transaction file)
File ini digunakan
untuk merekan data hasil dari suatu transaksi yang terjadi.
- File laporan (report file)
Yaitu file yang berisi
informasi yang akan ditampilkan
- File sejarah (history file)
Yaitu file yang berisi
dengan data masa lalu yang sudah tidak aktif lagi, tetapi perlu disimpan untuk
keperluan mendatang
- File pelindung (back up file)
Merupakan salinan dari
file-file yang masih aktif di database pada suatu saat tertentu.
- File kerja (working file)
Dibuat
oleh suatu proses program secara sementara karena memori komputer tidak
mecukupi/untuk menghemat pemakaian memori selama proses dan akan dihapus bila
proses telah selesai.
Akses dan organisasi file
Akses
file (file access) adalah suatu metode yang menunjukkan bagaimana suatu program
komputer akan membaca record-record dari suatu file. File dapat diakses dengan
2 cara yaitu secara urut (sequential access) dilakukan dengan membaca/menulis
suatu record di file dengan membaca terlebih dahulu mulai dari record pertama,
urut sampai dengan record yang diinginkan atau secara langsung (direct
access/random access) dilakukan dengan cara langsung membaca record pada
posisinya di file tanpa membaca dari record pertama terlebih dahulu.
Organisasi
file adalah pengaturan dari record secara logika di dalam file di hubungkan
satu dengan yang lainnya. File dapat diorganisasikan secara urut (sequential
organization)/secara acak (random organization). Walaupun organisasi file dan
pengaksesan file dapat dipandang secara terpisah, tetapi biasanya pembahasan
mengenai organisasi file menyangkut keduanya yaitu :
- File urut (sequential file) merupakan
file dengan organisai urut dengan pengaksesan secara urut
- File urut berindeks (indexed
sequential file) merupakan file dengan organisasi urut dengan pengaksesan
secara langsung.
- File akses langsung (direct access
file) merupakan file dengan organisasi acak dengan pengaksesan langsung.
Organisasi file
database dapat berbentuk struktur data berjenjang, struktur data jaringan dan
struktur data hubungan. Struktur data hubungan mempunyai karakteristik :
- File dalam bentuk tabel yang sama
dengan file urut
- Hubungan antara record didasarkan pada
nilai dari field kunci, bukan berdasarkan
alamat/pointer.
Langkah-langkah desain
database secara umum
1. Menentukan kebutuhan file database baru
2. Menentukan parameter dari file database yang meliputi
tipe dari file, media file, organisasi dari file, field kunci dari file.
e. Desain teknologi secara umum
Teknologi
digunakan untuk menerima input, menjalankan model, menyimpan dan mengakses
data, menghasilkan dan mengirimkan keluaran dan membantu pengendalian dari
sistem secara keseluruhan. Teknologi terdiri dari 3 bagian utama yaitu H/W, S/W
dan teknisi (brainware)
.
7:33 PM
.
Unknown
DESAIN SISTEM SECARA UMUM
Ada dua macam format dari daftar
pertanyaan, yaitu format bebas (free format) dan bentuk pasti (fixed
format). Dalam suatu daftar pertanyaan dapat hanya berbentuk format bebas
saja atau format pasti saja atau berisi gabungan dari keduanya.
Daftar Pertanyaan Format
Bebas
Daftar pertanyaan format bebas (free
format questionnaire) berisi dengan pertanyaan-pertanyaan yang harus disi
oleh responden di tempat yang sudah disediakan. Contoh dari daftar pertanyaan
format bebas ini adalah sebagai berikut ini.
Laporan-laporan apa saja
yang telah saudara terima selama ini dan apakah laporan-laporan ini berguna
atau tidak?
Format Pasti
1.Check-off questions.
Macam dari
pertanyaan-pertanyaan ini dibuat sehingga responden dapat memeriksa (check-off)
jawaban-jawaban yang sesuai, misalnya :
Daftar supplier :
ð Compaq ð Brurroughs
ð IBM ð Commodore
ð Univac ð Apple
ð DEC ð Xerex
- Yes/No questions.
q Ya
q Tidak.
Bila tidak, sebutkan siapa saja yang berhak _________________________
- Opinion/choice,questions.
Berilah rangking dalam
presentase jumlah waktu yang saudara habiskan untuk menangani transaksi berikut
:
_________ %
membuat order penjualan baru
_________ %
membuat order penjualan
_________ %
membuat faktur penjualan
.
7:29 PM
.
Unknown
Bentuk-Bentuk Daftar Pertanyaan
1.
Kenapa di Universitas Muhammadiyah Cirebon masih menggunakan Sistem Informasi
Akademik secara Manual?
2.
Apakah perlu di Universitas Muhammadiyah Cirebon menggunakan Sistem Informasi
Akademik secara online?
3. Siapa
yang bertanggung jawab atas Sistem Informasi Akademik di Universitas
Muhammadiyah Cirebon?
4.
Berapa persen biaya dari total anggaran yang dikeluarkan pertahun apabila
Universitas Muhammadiyah Cirebon menggunakan Sistem Informasi Akademik secara
Manual?
5.
Bagaimanakah cara agar di Universitas Muhammadiyah Cirebon bisa
mengimplementasikan Sistem Informasi Akademik secara Online?
6. Kapan
Universitas Muhammadiyah Cirebon bisa memulai menggunakan Sistem Informasi
Akademik secara online?
.
7:27 PM
.
Unknown
5W + 1H di UMC Tentang Sistem Akademik
Interview
Guide merupakan paduan atau pedoman bagi para peneliti yang ingin mengungkap
kondisi psikologis subjek melalui cara tanya jawab dengan tujuan tertentu. Oleh
karena pembuatan interview guide harus benar agar peneliti mendapatkan apa yang
menjadi tujuan penelitian.
1.
Menetapkan Tujuan Interview.
Peneliti
perlu mengetahui tujuan interview. Misal, peneliti ingin memperoleh data
tentang kepribadian ekstravert. Tujuan harus SPESIFIK. Tujuan yang spesifik
akan membantu peneliti membatasi ruang lingkup dan mengontrol wawancara saat
mewawancarai subjek. Jadi menentukan tujuan interview sangat penting.
2. Definisi Teoritis dan Operasional
Setelah
menetapkan tujuan, selanjutnya mendefinisikan variabel secara teoritis dan
operasional. Sebaiknya definisi teoritis diambil dari 1 tokoh saja. Sehingga
penentuan indikator dan selanjutnya mengikuti teori 1 tokoh.
3.
Dasar Teori
Peneliti
perlu menjelaskan teori tentang variabel secara singkat, jelas, dan padat.
Disertakan pula indikator dari variabel. Misal, variabelnya kepribadian
ekstraversi.
Eysenk mengatakan bahwa
kepribadian enstravert ditandai oleh sifat-sifat sebagai berikut:
- · sociable
- · lincah
- · aktif
- · asertif
- · mencari sensasi
- · riang
- · dominan
- · bersemangat
- · berani
3. Data yang Diungkap
Disini
peneliti perlu mengoperasionalkan setiap indikator.
contoh:
- · sosiabilitas: mudah kenal dengan orang lain, ramah
- · lincah: banyak ide, banyak bicara
- · aktif: banyak kegiatan, tidak bisa duduk diam
- · asertif: bicara apa adanya
- · mencari sensasi: berlebihan, suka pamer
- · riang: mudah tersenyum, mudah melupakan emosi negatif
- · dominan: memimpin, suka memerintah
- · bersemangat: tidak mudah putus asa, tidak mudah lelah
- · berani: tidak takut membuat kesalahan, berani mencoba hal baru
Peneliti
perlu memilih teknik wawancara yang tepat, apakah semi terstruktur,
terstruktur, atau tidak terstruktur. pemilihan ini tentunya menyesuaikan dengan
kondisi subjek.
5.
Interview
Selanjutnya,
peneliti perlu memilih siapa saja yang perlu diwawancarai. Tentunya orang-orang
yang mengetahui dan memahami variabel yang ingin diungkap. Interviewee bisa
subjek sendiri, orangtua, teman sekolah, teman sepermainan, saudara.
6.
Daftar Pertanyaan
Terakhir,
peneliti membuat daftar pertanyaan yang akan diajukan pada subjek. Pertanyaan
yang dibuatpun harus operasional sehingga subjek memahami maksud pertanyaan,
jadi subjek bisa menjawab dengan tepat. Bentuk pertanyaanpun disesuaikan dengan
kondisi fisik, psikologis, dan level kognitif subjek.
contoh:
- · sociabilitas: mudah dikenal, tidak suka sendirian. contoh: Apa yang kamu lakukan kalau dalam sebuah acara kamu bertemu dengan seseorang yang belum pernah kamu kenal sebelumnya?
- · lincah: banyak ide dan bicara. Apa yang kamu lakukan saat kamu memiliki waktu luang?
- · aktif: banyak kegiatan. apa yang kamu lakukan bila kamu memiliki waktu luang?
- · asertif: bicara apa adanya. Apa yang kamu lakukan bila ada sesuatu yang tidak kamu sukai?
- · mencari sensasi: Berlebihan. Apa yang kamu lakukan saat kamu gembira? sedih? marah?
- · riang: mudah tersenyum, mudah melupakan emosi negatif. Berapa lama kamu mengalami emosi negatif?
- · dominan: meminpin, suka memerintah. dalam sebuah kelompok biasanya kamu memposisikan diri sebagai apa?
- · bersemangat: tidak mudah putus asa, tidak mudah lelah. Bagaimana kamu memandang kegagalan?
- · Berani: tidak takut membuat kesalahan. Apakah kamu pernah merasa takut?
.
7:27 PM
.
Unknown
Interview Guide
Dalam
penelitian, teknik pengumpulan data merupakan faktor penting demi keberhasilan
penelitian. Hal ini berkaitan dengan bagaimana cara mengumpulkan data, siapa
sumbernya, dan apa alat yang digunakan.
Jenis sumber
data adalah mengenai dari mana data diperoleh. Apakah data diperoleh dari
sumber langsung (data primer) atau data diperoleh dari sumber tidak langsung
(data sekunder).
Metode
Pengumpulan Data merupakan teknik atau cara yang dilakukan untuk mengumpulkan
data. Metode menunjuk suatu cara sehingga dapat diperlihatkan penggunaannya
melalui angket, wawancara, pengamatan, tes, dkoumentasi dan sebagainya.
Sedangkan
Instrumen Pengumpul Data merupakan alat yang digunakan untuk mengumpulkan
data. Karena berupa alat, maka instrumen dapat berupa lembar cek list,
kuesioner (angket terbuka / tertutup), pedoman wawancara, camera photo dan
lainnya.
Adapun tiga
teknik pengumpulan data yang biasa digunakan adalah angket, observasi dan
wawancara.
1. Angket
Angket /
kuesioner adalah teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberikan
seperangkat pertanyaan atau pernyataan kepada orang lain yang dijadikan
responden untuk dijawabnya.
Meskipun
terlihat mudah, teknik pengumpulan data melalui angket cukup sulit dilakukan
jika respondennya cukup besar dan tersebar di berbagai wilayah.
Beberapa hal
yang perlu diperhatikan dalam penyusunan angket menurut Uma Sekaran (dalam
Sugiyono, 2007:163) terkait dengan prinsip penulisan angket, prinsip pengukuran
dan penampilan fisik.
Prinsip
Penulisan angket menyangkut beberapa faktor antara lain :
·
Isi dan
tujuan pertanyaan artinya jika isi pertanyaan ditujukan untuk mengukur maka
harus ada skala yang jelas dalam pilihan jawaban.
·
Bahasa yang
digunakan harus disesuaikan dengan kemampuan responden. Tidak mungkin
menggunakan bahasa yang penuh istilah-istilah bahasa Inggris pada responden
yang tidak mengerti bahasa Inggris, dsb.
·
Tipe dan
bentuk pertanyaan apakah terbuka atau terturup. Jika terbuka artinya jawaban
yang diberikan adalah bebas, sedangkan jika pernyataan tertutup maka responden
hanya diminta untuk memilih jawaban yang disediakan.
2. Observasi
Obrservasi
merupakan salah satu teknik pengumpulan data yang tidak hanya mengukur sikap
dari responden (wawancara dan angket) namun juga dapat digunakan untuk merekam
berbagai fenomena yang terjadi (situasi, kondisi). Teknik ini digunakan bila
penelitian ditujukan untuk mempelajari perilaku manusia, proses kerja,
gejala-gejala alam dan dilakukan pada responden yang tidak terlalu besar.
Participant Observation
Dalam
observasi ini, peneliti secara langsung terlibat dalam kegiatam sehari-hari
orang atau situasi yang diamati sebagai sumber data.
Misalnya
seorang guru dapat melakukan observasi mengenai bagaimana perilaku siswa,
semangat siswa, kemampuan manajerial kepala sekolah, hubungan antar guru, dsb.
Non participant Observation
Berlawanan
dengan participant Observation, Non Participant merupakan observasi yang
penelitinya tidak ikut secara langsung dalam kegiatan atau proses yang sedang
diamati.
Misalnya
penelitian tentang pola pembinaan olahraga, seorang peneliti yang menempatkan
dirinya sebagai pengamat dan mencatat berbagai peristiwa yang dianggap perlu
sebagai data penelitian.
Kelemahan
dari metode ini adalah peneliti tidak akan memperoleh data yang mendalam karena
hanya bertindak sebagai pengamat dari luar tanpa mengetahui makna yang
terkandung di dalam peristiwa.
Alat yang
digunakan dalam teknik observasi ini antara lain : lembar cek list, buku
catatan, kamera photo, dll.
3. Wawancara
Wawancara
merupakan teknik pengumpulan data yang dilakukan melalui tatap muka dan tanya
jawab langsung antara pengumpul data maupun peneliti terhadap nara sumber atau
sumber data.
Wawancara
pada penelitian sampel besar biasanya hanya dilakukan sebagai studi pendahuluan
karena tidak mungkin menggunakan wawancara pada 1000 responden, sedangkan pada
sampel kecil teknik wawancara dapat diterapkan sebagai teknik pengumpul data
(umumnya penelitian kualitatif)
Wawancara
terbagi atas wawancara terstruktur dan tidak terstruktur.
1. Wawancara terstruktur artinya
peneliti telah mengetahui dengan pasti apa informasi yang ingin digali dari
responden sehingga daftar pertanyaannya sudah dibuat secara sistematis.
Peneliti juga dapat menggunakan alat bantu tape recorder, kamera photo, dan
material lain yang dapat membantu kelancaran wawancara.
2. Wawancara tidak terstruktur adalah
wawancara bebas, yaitu peneliti tidak menggunakan pedoman wawancara yang berisi
pertanyaan yang akan diajukan secara spesifik, dan hanya memuat poin-poin
penting masalah yang ingin digali dari responden.
Kelebihan dan Kekurangan dalam Teknik Pengumpulan Data
1. Metode Observasi
Pengumpulan
data dengan observasi langsung atau dengan pengamatan langsung adalah cara
pengambilan data dengan menggunakan mata tanpa ada pertolongan alat standar
lain untuk keperluan tersebut. Pengamatan baru tergolong sebagai teknik
mengumpulkan data, jika pengamatan tersebut mempunyai kriteria berikut:
·
Pengamatan
digunakan untuk penelitian dan telah direncanakan secara sistematik.
·
Pengamatan
harus berkaitan dengan tujuan penelitian yang telah direncanakan.
·
Pengamatan
tersebut dicatat secara sistematis dan dihubungkan dengan proposisi umum dan
bukan dipaparkan sebagai suatu set yang menarik perhatian saja.
Pengamatan
dapat dicek dan dikontrol atas validitas dan reliabilitasnya. Penggunaan
pengamatan langsung sebagai cara mengumpulkan data mempunyai beberapa
keuntungan antara lain :
Pertama.
Dengan cara pengamatan langsung, terdapat kemungkinan untuk mencatat hal-hal,
perilaku, pertumbuhan, dan sebagainya, sewaktu kejadian tersebut berlaku, atau
sewaktu perilaku tersebut terjadi. Dengan cara pengamatan, data yang langsung
mengenai perilaku yang tipikal dari objek dapat dicatat segera, dantidak
menggantungkan data dari ingatan seseorang;
Kedua.
Pengamatan langsung dapat memperoleh data dari subjek baik tidak dapat
berkomunikasi secara verbal atau yang tak mau berkomunikasi secara verbal.
Adakalanya subjek tidak mau berkomunikasi, secara verbal dengan enumerator atau
peneliti, baik karena takut, karena tidak ada waktu atau karena enggan. Dengan
pengamatan langsung, hal di atas dapat ditanggulangi. Selain dari keuntungan
yang telah diberikan di atas, pengamatan secara langsung sebagai salah satu
metode dalam mengumpulkan data, mempunyai kelemahan-kelemahan.
2. Metode Wawancara
Yang
dimaksud dengan wawancara adalah proses memperoleh keterangan untuk tujuan
penelitian dengan cara tanya jawab, sambil bertatap muka antara si penanya atau
pewawancara dengan si penjawab atau responden dengan menggunakan alat yang
dinamakan interview guide (panduan wawancara). Wawancara dapat dilakukan dengan
tatap muka maupun melalui telpon.
Wawancara Tatap Muka
Beberapa
kelebihan wawancara tatap muka antara lain :
·
Bisa
membangun hubungan dan memotivasi responden
·
Bisa
mengklarifikasi pertanyaan, menjernihkan keraguan, menambah pertanyaan baru
·
Bisa membaca
isyarat non verbal
·
Bisa
memperoleh data yang banyak
Sementara
kekurangannya adalah :
·
Membutuhkan
waktu yang lama
·
Biaya besar
jika responden yang akan diwawancara berada di beberapa daerah terpisah
·
Responden
mungkin meragukan kerahasiaan informasi yang diberikan
·
Pewawancara
perlu dilatih
·
Bisa
menimbulkan bias pewawancara
·
Responden
bias menghentikan wawancara kapanpun
Wawancara
via phone
Kelebihan
·
Biaya lebih
sedikit dan lebih cepat dari warancara tatap muka
·
Bisa
menjangkau daerah geografis yang luas
·
Anomalitas
lebih besar dibanding wawancara pribadi (tatap muka)
Kelemahan
·
Isyarat non
verbal tidak bisa dibaca
·
Wawancara
harus diusahakan singkat
·
Nomor telpon
yang tidak terpakai bisa dihubungi, dan nomor yang tidak terdaftar pun
dihilangkan dari sampel
3.Metode Kuesioner
Kuesioner
adalah daftar pertanyaan tertulis yang telah disusun sebelumnya.
Pertanyaan-pertanyaan yang terdapat dalam kuesioner, atau daftar pertanyaan
tersebut cukup terperinci dan lengkap dan biasanya sudah menyediakan pilihan
jawaban (kuesioner tertutup) atau memberikan kesempatan responden menjawab
secara bebas (kuesioner terbuka).
Penyebaran
kuesioner dapat dilakukan dengan beberapa cara seperti penyerahan kuesioner
secara pribadi, melalui surat, dan melalui email. Masing-masing cara ini
memiliki kelebihan dan kelemahan, seperti kuesioner yang diserahkan secara
pribadi dapat membangun hubungan dan memotivasi respoinden, lebih murah jika
pemberiannya dilakukan langsung dalam satu kelompok, respon cukup tinggi. Namun
kelemahannya adalah organisasi kemungkinan menolak memberikan waktu perusahaan
untuk survey dengan kelompok karyawan yang dikumpulkan untuk tujuan tersebut.
Etika dalam Pengumpulan Data
Beberapa isu
etis yang harus diperhatikan ketika mengumpulkan data antara lain :
1. Memperlakukan informasi yang
diberikan responden dengan memegang prinsip kerahasiaan dan menjaga pribadi
responden merupakan salah satu tanggung jawab peneliti.
2. Peneliti tidak boleh mengemukakan
hal yang tidak benar mengenai sifat penelitian kepada subjek. Dengan demikian,
peneliti harus menyampaikan tujuan dari penelitian kepada subjek dengan jelas.
3. Informasi pribadi atau yang terlihat
mencampuri sebaiknya tidak ditanyakan, dan jika hal tersebut mutlak diperlukan
untuk penelitian, maka penyampaiannya harus diungkapkan dengan kepekaan yang
tinggi kepada responden, dan memberikan alasan spesifik mengapa informasi
tersebut dibutuhkan untuk kepentingan penelitian.
4. Apapun sifat metode pengumpulan
data, harga diri dan kehormatan subjek tidak boleh dilanggar
5. Tidak boleh ada paksaan kepada orang
untuk merespon survei dan responden yang tidak mau berpartisipasi tetap harus
dihormati.
6. Dalam study lab, subjek harus
diberitahukan sepenuhnya mengenai alasan eksperimen setelah mereka
berpartisipasi dalam studi.
7. Subjek tidak boleh dihadapkan pada
situasi yang mengancam mereka, baik secara fisik maupun mental.
8. Tidak boleh ada penyampaian yang
salah atau distorsi dalam melaporkan data yang dikumpulkan selama study.
.
7:25 PM
.
Unknown
Metode Pengumpulan Data
Subscribe to:
Posts
(
Atom
)